Mail: gpmb_2001@yahoo.co.id



PP-GPMB DITERIMA OLEH KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI

JAKARTA - Rabu, 21 Maret 2007 Pengurus Pusat Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) dan beberapa Pejabat eselon II dan III Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Ketua Gabungan Toko Buku Seluruh Indonesia (GATBI) Firdaus Umar, diterima oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jimly Asadiqi dan Sekretaris Jenderal MKRI di Ruang Pertemuan lantai II MKRI di Jl. Medan Merdeka Barat No. 7 Jakarta Pusat, berlangsung sekitar 1 jam.

Ketua Umum Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Suprihati melaporkan bahwa kegiatan GPMB yaitu mewujudkan terciptanya masyarakat gemar membaca, masyarakat belajar, disamping rencana mengadakan Seminar Nasional GPMB tahun 2007 di Bukit Tinggi, Suamatera Barat.

Menanggapi hal tersebut Ketua MKRI dalam hal ini tidak bisa ikut dalam seminar tersebut karena itu merupakan wilayah eksekutif, namun karena Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca itu merupakan masalah bangsa maka beliau ikut mendukung, berpendapat dan memberikan masukan-masukan yang sangat berguna bagi pemasyarakatan minat baca.

Beliau berpendapat bahwa gerakan pemasyarakatan minat baca kurang berhasil dikarenakan persoalan yang komplek, tidak ada dana (reward) yang menunjang gerakan ini, kalau ditanyakan kepada semua orang dan para pejabat semuanya setuju menganggap hal ini baik tetapi dalam kenyataannya tidak ada dukungan yang nyata.

Industri buku di Indonesia membutuhkan konsumen dan konstituen yang besar, namun sekarang ini berdasarkan laporan dari Gabungan Toko Buku Seluruh Indonesia (GATBI) yang disampaikan oleh ketuanya Firdaus Umar baru 10,000 judul per tahun, padahal untuk negara maju seperti Amerika diproduksi setiap tahun sebanyak satu setengah juta judul per tahun.Hal ini menurut Ketua MKRI buku di Indonesia kurang menjanjikan secara finansial baik bagi penulis, penerbit maupun toko buku.

Ketua MKRI juga menyarankan untuk mengadakan lomba pemilihan reading idol, dan pameran buku di seluruh daerah di tanah air untuk menunjang kampanye pemasyarakatan minat baca. Diharapkan untuk bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintahan Kota, karena dianggap masyarakat kota itu masyarakat membaca, beliau berpesan juga jangan ketinggalan membaca konstitusi negara seperti yang telah beliau kampanyekan kepada para pemuka-pemuka agama untuk memegang kitab suci di tangan kanan dan buku konstitusi di tangan kiri, maksudnya biar ada perimbangan.

Bagaimana menggerakakan peredaran buku supaya lancar di semua daerah? Menurut beliau Pemerintah tidak menerbitkan buku, hanya buku contoh saja nantinya boleh di perbanyak oleh penerbit-penerbit untuk di cetak bebas. Sekolah di beri subsidi bukan dalam bentuk uang karena uang dianggap rawan maka perlu diganti dengan voucher yang bisa ditukar dengan buku secara bebas di toko buku sesuai dengan buku yang di kehendaki anak yang bersangkutan. Karena inti dari pendidikan nasional guru sebagai sumber inspirasi, merupakan manajer dari murid berfungsi sebagai fasilitator antara murid dengan sumber resource yaitu buku, jadi bukan lagi guru. Disini buku punya peran strategis untuk membangun bangsa. Harapannya tertumpu kepada Perpustakaan Nasional yang punya wujud masa lalu, masa depan dan virtua untuk membangun teknologi open source.


Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia