Mail: gpmb_2001@yahoo.co.id



KOMITE NASIONAL BUDAYA BACA SUATU KONSEP

Oleh : Drs. Athailah Baderi ( Pustakawan Utama) Perpustakaan nasional RI

  • Selama hampir enam dasawarsa Indonesia merdeka, berbagai organisasi profesi kepustakaan maupun organisasi kepentingan (interest group), lahir sebagai suatu bentuk kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap minat baca, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Klub Perpustakaan Indonesia (KPI), Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, Forum Perpustakaan Sekolah, Forum Perpustakaan Umum, dan lainnya, merupakan sebagian dari sejumlah organisasi dimaksud yang telah berbuat untuk memajukan minat baca anak bangsa. Tetapi kemampuan mereka sangat terbatas karena setiap mengadakan aktivitas tentu membutuhkan dana pendukung yang tidak kecil. Sedangkan bagi sebuah organisasi biasanya mereka tidak mempunyai sumber dana yang dapat membiayai setiap kegiatan. kalaupun ada dana dari yayasan organisasi tersebut misalnya, pastilah tidak akan mencukupi. Akibatnya, kegiatan yang mereka adakan tidak akan dapat berlanjut (continue). Padahal kegiatan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat bukanlah kegiatan yang bersifat temporer, tetapi memerlukan kontinuitas dan dalam waktu panjang, bagaikan sebuah sistem pendidikan. Memang, urusan menumbuhkan minat baca adalah urusan mendidik bangsa dan merupakan bagian dari pendidikan nasional.
  • Melihat kenyataan yang ada secara empiris (das sein) bahwa minat baca kita masih jauh dari apa yang diharapkan (das sollen), maka perlu adanya suatu wadah yang dapat mengkoordinasikan berbagai kegiatan organisasi-organisasi seperti di atas. Wadah koordinasi tersebut apakah dalam bentuk organisasional ataupun internasional. dalam bentuk organisasi misalnya, Presiden Republik Indonesia membentuk " Komite Nasional Gerakan Membaca " dengan kekuatan hukum , apakah berbentuk Inpres, Kepres atau lainnya. Di bawah Komite Nasional terdapat organisasi-organisasi sebagaimana disebutkan di atas yang berfungsi sebagai Kelompok Induk Organisasi (KINO) yang membawahi beberapa organisasi yang ada, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang kepustakaan dan minat membaca. Kino-Kino dapat terdiri dari misalnya :

Kino pemasyarakatan (Promosi) Minat Baca, adalah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) membawahi organisasi-organisasi atau LSM yang bergerak di bidang kegiatan-kegiatan minat baca

Tugas Kino ini khusus menangani bagaimana memasyarakatkan minat baca melalui   kegiatan-kegiatan seperti advertising, salaes promotion, publicity, personal selling dan sebagainya.

Kino Pengembangan Perpustakaan, adalah salah satu dari Forum forum seperti Forum Perpustakaan Khusus, atau Forum Perpustakaan sekolah, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi.

Tugasnya adalah mengembangkan semua jenis perpustakaan hingga ke pelosok pedesaan.

Kino Pengembangan Tenaga Profesi Pembina Perpustakaan, adalah Ikatan Perpustakaan Indonesia (IPI).

Tugasnya mencetak tenaga-tenaga ahli dan tenaga terampil dalam penyelenggara perpustakaan.

Kino Pengembangan Buku Nasional adalah Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Tugasnya memproduk buku-buku nasional dengan pengaturan pemberian subsidi buku.

Di bawah Kino ini misalnya, Klub Perpustakaan Indonesia (KPI) dan organisasi lainnya.

dari keempat Kino atau lebih, terhimpun organisasi-organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi masing-masing.

Bila digambarkan secara schematik maka dapat dilihat sebagai berikut :

KOMITE NASIONAL MINAT BACA (KNMB) INDONESIA

KINO PEMASYARAKATAN MINAT BACA          KINO PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN      

KINO PENGEMBANGAN TENAGA PROFESI          KINO PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN BUKU NASIONAL

ORGANISASI-ORGANISASI SETUJUAN

 

Personalia Kepengurusan sedapat mungkin bukan pejabat struktural karena dapat mengurangi aktivitasnya dalam komite bila memegang jabatan rangkap. Sebaiknya yang aktif dalam komite adalah fungsional seperti pustakawan, dokumentasi atau informasi dengan para swasta yang banyak menaruh perhatian dan sudah mempunyai organisasi.

Guna kelangsungan jalannya Komite maka harus didukung oleh anggaran khusus dari APBN untuk tingkat pusat dan APBD untuk tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota yang setiap tahunnya harus dianggarkan sampai tercapainya masyarakat membaca (Reading Society) menuju masyarakat belajar (Learning Society).

Penutup:

Demikian sekilas saran untuk mendapat pemikiran yang lebih jauh lagi, semoga Allah SWT memberkahi amal kebajikan kita Amin.


Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia